DIAGNOSA MASALAH PC DAN PERIPHERAL


DIAGNOSA MASALAH PC DAN PERIPHERAL Merupakan mata pelajaran teori dan atau praktikum yang membahas tentang cara mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukkan oleh Komputer PC sebagai petunjuk adanya permasalahan pengoperasian PC dan peripheral. Mata Pelajaran ini terdiri dari 5 (lima) kegiatan belajar, yang tercakup di dalam proses Mengidentifikasi masalah melalui gejala yang muncul, Memilah masalah berdasar-kan kelompok dan Mengisolasi permasalahan


Pengenalan Pesan/Peringatan Kesalahan Saat Booting pada PC Melalui POST

POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah maka akan dapat terdeteksi gejala kesalahannnya melalui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual di monitor. Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan. POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menjadikan ciri dari produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.


1) Prosedur POST (Power on Self-Test)

POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
a)    Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b)   Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c)    Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
d)   Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e)    Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f)     Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g)   Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data.
Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.

Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.

2) Pesan/Peringatan Kesalahan POST (Power on Self-Test)
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:


No
Gejala Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1
CPU dan Monitor mati,
tidak ada beep

1. Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V
2. Power supply
2
CPU hidup, Monitor Mati,
Tidak ada beep

1. Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor
2. Monitor
3
CPU hidup, Monitor Mati,
ada beep

Disesuaikan dengan beep


Prosedur test POST yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit power supply dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini dapat dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya. Adapun hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang digunakan.


Kode Beep AWARD BIOS

No       Gejala Diagnosa                              Pesan/Peringatan Kesalahan
1.       1 beep pendek                                     PC dalam keadaan baik
2.       1 beep panjang                          Problem di memori
3.       1 beep panjang 2 beep pendek      Kerusakan di modul DRAM parity
4.       1 beep panjang 3 beep pendek      Kerusakan di bagian VGA.
5.       Beep terus menerus                     Kerusakan di modul memori atau memori video


Kode Beep AMI BIOS

No       Gejala Diagnosa                              Pesan/Peringatan Kesalahan
1.       1 beep pendek                          DRAM gagal merefresh
2.       2 beep pendek                          Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity        
(system memori)
3.       3 beep pendek                            BIOS   gagal mengakses memori 64KB pertama.
4.       4 beep pendek                            Timer pada sistem gagal bekerja
5.       5 beep pendek                           Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
6.       6 beep pendek                          Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
7.       7 beep pendek                            Video Mode error
8.       8 beep pendek                            Tes memori VGA gagal
9.       9 beep pendek                            Checksum error ROM BIOS bermasalah
10.     10 beep pendek                           CMOS shutdown read/write mengalami errror
11.     11 beep pendek                           Chache memori error
12.     1 beep panjang 3 beep pendek      Conventional/Extended memori rusak
13.     1 beep panjang 8 beep pendek      Tes tampilan gambar gagal


Kode Beep IBM BIOS

No       Gejala Diagnosa                             Pesan/Peringatan Kesalahan
1        Tidak ada beep                           Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
2        1 beep pendek                            Normal POST dan PC dalam keadaan baik
3        beep terus menerus                     Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
4        Beep pendek berulangulang           Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
5        1 beep panjang 1 beep pendek      Masalah Motherboard
6        1 beep panjang 2 beep pendek      Masalah bagian VGA Card (mono)
7        1 beep panjang 3 beep pendek      Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
8        3 beep panjang                           Keyboard error
9        1 beep, blank                               monitor VGA card sirkuit


Pada PC tertentu menggunakan tone yang pada prinsipnya sama dengan beep untuk memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara. Selain beep biasanya pada kondisi tertentu dapat dilihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada layar monitor. Text tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat dilaksanakan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baikdan terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui masalah yang ada dengan membaca text peringatan. Misalnya yaitu:

Keyboard error    untuk masalah pada keyboard
CMOS error          cmos battery error atau ada masalah pada setting peripheral
HDD not Install    harddisk tidak terpasang

Secara umum pesan/peringatan kesalahan yang ditampilkan mudah untuk difahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.


3)  Langkah-langkah mengenal dan mengidentifikasi Pesan/Peringatan Kesalahan melalui POST (Power on Self- Test)

Untuk mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan melalui POST para peserta diklat harus memperaktekkan dan mengamati PC dari saat booting hingga selesai proses POST yang dilakukan oleh BIOS dan membaca buku manual setiap komponen PC, terutama motherboard. Dari situ akan diketahui banyak komponen, kegunaan, spesifikasi dan BIOS yang digunakan, termasuk setting pada BIOS nya.

I. MEMPERSIAPKAN PERBAIKAN KONEKTIFITAS JARINGAN PADA PC YANG BERMASALAH

Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada
komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui
peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam
jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas
kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh
komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan
dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error
yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui
permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Pada pembahasan berikut
akan membahas tentang persiapan perbaikan konektiftas pada jaringan
dengan topologi Bus dan Star. Alasan pembahasan hanya pada jaringan
dengan topologi Bus dan Star karena kedua jaringan paling bayak
digunakan.

Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan
Topologi Bus

Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan
menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung
jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya
ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node.
Karakteristik topologi Bus adalah:
- merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana
sepanjang kabel terdapat node-node.
- Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi
- Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi
collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
- Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah
satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti
- Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan
dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis
lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju,
sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal
tersebut/hanya akan dilewati signal.


Gambar Jaringan dengan Topologi Bus
Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya.
Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi
Bus adalah:
a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)
Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot
ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun
workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam
sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat
dua jenis yakni PCI dan ISA



                            Gambar Kartu jarinagn (LAN Card) ISA dengan konektor BNC dan RJ45

b) Kabel dan konektor
Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah
menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan
perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik
dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor
dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal
dalam kabel tersebut.
Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick
coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10
mbps.

Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two)
memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m
dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai
kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2,
dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna
gelap.

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah
dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis
yakni:
a) Konektor BNC
Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel
coaxial.
b) TerminatorBNC
Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan
Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.
c) TBNC
Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN
Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung
jaringan.

Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan
topologi Star

Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/
sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru
menuju ke node tujuan.
Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan
untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang
ada. Panjang kabel tidak harus sesuai (matching). Kerugian terjadi pada
panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum
konduksi, namun semua itu bisa diabaikan.
Karateristik topologi Star adalah:
a) Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic
data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
b) Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel
yang langsung terhubung ke central node.
c) Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka
hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu
jaringan lain
d) Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu
traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP


Gambar Jaringan dengan Topologi Star
Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya.
Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi
Star adalah:
a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)
Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot
ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun
workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan
kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk
jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan
jenis PCI.


Gambar Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor RJ 45
b) Kabel dan Konektor
Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah
UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang
dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik
yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang
dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat
mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi
mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m.
Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orangeputih
orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biruputih
biru).

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan
kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor
RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus
yakni Cramping tools.



                                             Gambar Susunan Konektor dan Pengkabelannya


II. MEMPERBAIKI KONEKTIFITAS JARINGAN PADA PC

Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti. Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama.

Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:
1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard
Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu
jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu
jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan
sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot
ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka
mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar.
Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong.
Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat
menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh
komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada
windows 98, Windows 2000 dan windows XP.
Pemasangan kartu jaringan dapat terlihat seperti gambar berikut:



Gambar 10. Pemasangan Kartu Jaringan pada Motherboard
a. Kartu jaringan model PCI
b. Motherboard
c. Kartu jaringan model ISA

2) Pemasangan Kabel pada Konektor
a) Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC
Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan
hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat
menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi
down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau
tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai
antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat
dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau
putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel
Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel
Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau
putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.


b) Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45
Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan
kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah
dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang
dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke
konektor RJ 45.



Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:

1. Kabel Lurus (Straight Cable)
Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch.
Skema Pengkabelan Lurus adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut:


Konektor 1                                                    Konektor 2
Pinout                                                          Pinout

Orange Putih      1 _____________________ 1  Orange Putih
Orange              2 _____________________ 2   Orange
Hijau Putih         3 _____________________ 3   Hijau Putih
Biru                   4 _____________________ 4   Biru
Biru Putih           5 _____________________ 5   Biru Putih
Hijau                 6 _____________________ 6   Hijau
Coklat Putih       7 _____________________ 7   Coklat Putih
Coklat                8 _____________________ 8   Coklat


Gambar 12. Pengawatan dalam Kabel Lurus (Straight Cable)

2. Kabel Silang (Crossover Cable)
Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data. Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub. Skema kabel silang (Crossover Cable) adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut:

3)  Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan

a) Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.



b) Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.

PERISTILAHAN

Beep :
Bunyi speaker yang dikeluarkan komputer pada proses post
atau pada saat ada kesalahan/gangguang tertentu. Suara
yang muncul melalui speaker komputer, umunya
menunjukkan adanya kesalahan dalam program yang
sedang berjalan. Beep dapat ditambahkan dalam program
yang dibuat dengan menyisipkan kode ASCII 7.

BIOS :
Basic input output system. Software yang dipasang pada
chip komputer:untuk mengatur operasi dasar seperti setting
layar, harddisk, dan booting. Bagian dari sistem operasi
yang bisa mengidentifikasi set program yang digunakan
untuk mem-boot komputer, sebelum menempatkan disket
sistem. BIOS terdapat di ROM (Read Only Memory) dari
sistem dan umumnya tersimpan secara permanen. Program
yang digunakan mikroprosesor untuk menyalakan komputer.
BIOS juga mengatur aliran data antara sistem operasi
komputer dan perangkat tambahan yang terhubung pada
komputer.

Booting :
Proses menghidupkan komputer.

Bus :
Saluran yang terdiri dari sekumpulan jalur yang sejenis.
Sekumpulan kabel yang merupakan alat transportasi
informasi ke semua peralatan dalam sistem. Informasi
tersebut dapat berupa data, perintah atau alamat.

CMOS :
Compelementary Metal Oxide Semiconductor. RAM
kecil berukuran 64 byte yang menyimpan setting BIOS saat
komputer sedang dimatikan. CMOS merupakan perluasan
dari teknologi MOS yang menghasilkan IC dengan
kebutuhan tenaga baterai rendah. CMOS digunakan untuk
menyimpan program konfigurasi, program diagnostik dan
informasi tanggal dan waktu pembuatan file yang tidak akan
hilang meskipun komputer dimatikan.

CD ROM Drive:
Alat pemutar CD ROM. Suatu drive untuk merekam atau
memainkan Compact Disk, yang sering dijumpai adalah CDROM
(CD Read Only Memory) MO (Magneto-Optical) dan

WORM (Write Once Read Many).

Com :
Singkatan dari Communications atau sering disebut serial
port, yaitu komponen yang menghubungkan CPU dengan
printer, modem dan alat lainnya.

CPU :
Central Processing Unit. Unit pemroses utama dalam istilah
teknik disebut mikroprosesor, sedang dalam pengertian
umum adalah mesin komputer yaitu casing beserta semua
isi didalamnya. Pusat pengolahan masukan sehingga
menghasilkan keluaran. Termasuk di sini adalah semua
register, sirkuit aritmatik, unit pembanding, dsb.
Disk : Suatu media penyimpanan data. Yang dimaksud dengan
disk adalah floppy disk atau hard disk. Sedangkan floppy
disk adalah disket. Piringan tipis yang dilapisi bahan
magnetik (oksida besi) yang mampu menyimpan sejumlah
data atau informasi. Pembacaan dan penulisan informasi
dipusatkan pada track.

Drive :
Pi ntu, penggerak disk.

Driver :
Sof tware yang menjadikan sistem operasi bisa
berkomunikasi dengan peripheral atau alat lain, misalnya
mouse driver untuk mengendalikan mouse.

Hard disk :
Media penyimpan data berkapasitas besar.

LPT :
Line Printing Terminal atau paralel port. Port untuk
menghubungkan PC dengan printer.
Motherboard: Papan rangkaian komputer tempat semua komponen
elektronik komputer terangkai.
Peripheral : Peralatan. Spesifikasi peralatan pendukung yang dibutuhkan
oleh sebuah PC agar dapat bekerja secara optimal.

PCI :
Peripheral Component Interconnect. Peripheral bus yang
umum digunakan pada PC, Macintosh dan workstation.
Pertama kali didesain oleh Intel dan muncul di pasaran pada
akhir 1993. PCI menyediakan jalur transfer data cepat
antara CPU dengan komponen-komponen peripheral lain di
PC seperti video, disket, jaringan dan lain-lain.

POST :
Power on Self-Test yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk
mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC untuk
bekerja dengan baik.
Power Supply: Suatu rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai pencatu
daya/pemberi sumber tegangan/arus pada peralatan.

VRAM :
Video Random Access Memory (Video RAM) tipe spesial dari
DRAM yang memungkinkan akses direct high speed memory
melalui sirkuit video. Jenis memori ini lebih mahal bila
dibandingkan chips DRAM yang konvensional.

RAM :
Random Access Memory, memori yang dapat dibaca dan
ditulis. Informasi akan hilang jika komputer mati.
Reset : Mengosongkan memori atau mengenolkan logika keluaran.
Memulai dari awal.

USB :
Universal Serial Bus. Socket yang terdapat di semua PC
model baru untuk koneksi perangkat-perangkat USB. USB
mendukung instalasi yang mudah dengan system Plug and
Play, dan secara bertahap menggantikan port serial dan
pararel yang lama. Perangkat USB meliputi scanner, modem
dan printer.

Tata letak : yaitu gambar susunan komponen-komponen elektonika
dalam bentuk gambar wajah dengan ukuran yang tepat
sama.

Perbaikan Sistem Jaringan

Profesi Teknisi Jaringan Komputer
Jaringan komputer pada era sekarang ini telah dimanfaatkan oleh banyak orang, tidak hanya perusahaan-perusahaan besar saja namun perusahaan kecil pun telah mulai menerapkannya. Hampir semua perkantoran,kampus, dan lainnya telah menggunakan jaringan komputer untuk membantu penghematan biaya produksi, misalnya sharing printer, file sharing dan sebagainya tanpa membeli banyak perangkat. Bahkan telah banyak masyarakat dari beragam profesi yang menggunakan jaringan komputer dirumah, baik jenis peer to peer mupun client server.
Melihat hal tersebut, tentunya membuka peluang yang sangat potensial untuk dimasuki bagi profesi teknisi jaringan. Seorang teknisi tentunya sangat dibutuhkan untuk melakukan perbaikan dan perawatan jaringan komputer tersebut, karena tidak semua pengguna komputer mampu menangani berbagai masalah yang dapat timbul.
Maka untuk memilih sebagai profesi ini kalian tentunya harus mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas dan selalu up to date. Kemampuan dalam penangan berbagai masalah jaringan komputer juga harus dikuasai. Karena jaringan komputer melibatkan banyak peripheral komputer, maka seorang teknisi jaringan harus juga menguasai penggunaan dan trobleshooting pc baik dekstop, laptop, maupun server serta perangkat jaringan seperti modem, hub, switch, dan lain sebagainya harus selalu diperbarui mengikuti perkembangan teknologi perangkat-perangkat tersebut.